Sejarah Perpus

Sejarah Perpus

SEJARAH PERPUSTAKAAN MAN 2 MATARAM

Salah satu upaya untuk meningkatkan mutu pendidikan sebagaimana disebutkan dalam UU No. 20 Tahun 2003 tersurat bahwa setiap satuan pendidikan jalur sekolah baik yang diselenggarakan oleh pemerintah maupun masyarakat harus menyediakan sumber belajar. Salah satu sumber belajar yang sangat penting adalah perpustakaan, dimana tenaga kependidikan, peserta didik maupun maupun staf penyelenggara sekolah memperoleh kesempatan seluas-luasnya untuk memperdalam pengetahuan dengan membaca bahan pustaka yang diperlukan baik yang berkaitan dengan ilmu pengetahun maupun sekedar untuk hiburan. Oleh karena itu, idealnya keberadaan suatu perpustakaan bersamaan dengan berdirinya suatu sekolah.

Sejarah berdirinya perpustakaan MAN 2 Mataram tidak terlepas dari sejarah keberadaan MAN 2 Mataram itu berdiri. MAN 2 Mataram terletak di Jalan Pendidikan No. 25 Mataram. Keberadaan MAN 2 Mataram adalah sebagai salah satu satuan pendidikan formal tingakat atas dibawah naungan Kementerian Agama Republik Indonesia yang bercirikan khas pendidikan Islam.

Dalam perjalanannya MAN 2 Mataram yang dahulunya adalah sekolah Pendikan Guru Agama Negeri (PGAN) berdasarkan Keputusan Menteri Agama Republik Indonesia Nomor : 64 Tahun 1990 Tanggal 25 April 1990, tentang alih fungsi Pendidikan Guru Agama Negeri ( PGAN) menjadi Aliyah Negeri. Sehingga dengan demikian maka kelas I, II, III PGAN Mataram dialihkan menjadi kelas I, II, dan III Madrasah Tsanawiyah Negeri Mataram, sedangkan kelas IV, V, dan VI menjadi siswa kelas I, II, III MAN 2 Mataram yang memiliki fungsi ganda yaitu menyelenggarakan pendidikan agama dan umum dengan tujuan memberikan pembinaan dalam upaya memantapkan posisi Madrasah untuk melahirkan lulusan yang seimbang dan selaras antara kepentingan dunia dan akhirat.

Dalam rangka menunjang kelancaran proses belajar, MAN 2 Mataram mendirikan perpustakaan dengan tujuan untuk :

Mengembangkan minat, kemampuan dan kebiasaan membaca khususnya mendayagunakan budaya tulisan dalam segala sektor kehidupan;

Mengembangkan kemampuan mencari dan mengolah serta memanfaatkan informasi;

Meletakkan dasar-dasar ke arah belajar mandiri;

Membantu perkembangan kecakapan berbahasa dan berdaya pikir;

Mendidik siswa agar dapat menggunakan, memelihara bahan pustaka secara tepat dan berdaya guna;

Menumbuhkan apresiasi terhadap pengalaman imajinatif.